Tanggal 25 - 28 Juni 2013, telah diselenggarakan JEJAK TRADISI BUDAYA REGIONAL 2013 (JETRADA) selama 4 hari 3 malam di Yogyakarta - Surakarta - Sukoharjo. Acara ini diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK sederajat di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Diselenggarakannya acara ini agar geneasi muda mengenal tentang produk budaya bangsa Indonesia di bidang kerajinan, khususnya wayang kulit, keris, dan blangkon, gamelan, juga batik. Selain itu peserta disini diajak langsung melihat sentra industrina dan proses pembuatan kerajinannya. Diharapkan pula peserta dapat menghargai dan menghormati keberadaan aneka produk budaya sehingga tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap hasil budaya sendiri.
Naaaah, disini aku mau sedikit lumayan gak banyak-banyak cerita *bahasa ruwet* tentang pengalamanku selama 4 hari 3 malam itu ngikutin acara JETRADA. Sebenarnya, JETRADA ini ajang lomba yang bertemakan “Implementasi Pendidikan Budaya Melalui Tokoh Perajin” dimana penilaiannya lebih kepada keaktifan anak dan kecakapan anak dalam mencari informasi sebanyak-banyaknya. Pemkiran awalku, ini lomba pasti harus nampilin kesenian tradisional yang dikuasai. Eh ternyata, bukan seperti yang aku kira. Tapi gak papa, banyak hikmah dan karunia selama aku mengikuti acara itu. Hehehe…
Di hari pertama, Selasa, 25 Juni 2013 acaranya pembukaan dan pembekalan. Naah, waktu itu, rombongan dari Jatim molor datengnya, jadi kami yang dari Jatim gak ikut acara pembukaannya. Gak papalah, itung-itung gak capek ngikutin pembukaan. Wkwkwk..
Hari kedua, Rabu, 26 Juni 2013 kami pergi ke tempat pengrajin blangkon milik bapak Sumarmo. Di sana kami diperlihatkan cara membuat blangkon. Setelah itu capcus langsung ke tempat kerajinan wayang “Maju Karya” milik bapak Suyono. Beliau inisudah membuat wayang sejak tahun 1985 lo. Pak Suyono membuka toko wayang di rumahnya dan beliau juga menerima pelatihan membuat wayang. Lanjut pergi ke tempat pengrajin keris mbah Djiwo Diharjo. Yang aku selalu ingat dari sosok beliau adalah cara beliau menjawab pertanyaan. Beliau pengrajin yang paling polos dalam menjawab pertanyaan. Wkwkwk. Gak lupa juga sama foto beliau yang lagi salaman sama Bapak Presiden SBY. Cucok beudh itu maah. Sekiranya acara uah selesai, kami balik deh ke hotel di Surakarta. Tanpa ada waktu lama, malemnya kami langsung pergi ke aula untuk presentasi karya tulis. Ini maih hari pertama tapi udah capek mamen.
 |
| Peserta JETRADA berjubel di pekarangan rumah industri blangkon bapak Sumarmo. |
 |
| Para pengrajin wayang di rumah wayang bapak Suyono. |
 |
| Mbah Djiwo dan Achis sedang berdialog tentang keris yang bisa berdiri. Wkwkwk.. |
Hari ketiga, Kamis, 27 Juni 2013 list hari itu pergi ke Museum Batik Danar Hadi. Di sana kami di pandu langsung oleh sekretaris dari bapak Santoso (pendiri dan pemilik museum batik) mulai dari awal hingga akhir. Untuk yang belum pernah ke Danar Hadi nih ya, di sana itu banyak koleksi batiknya mulai dari yang kuno sampai yang modern, dari yang dipakai keraton sampai yang dipakai orang biasa, wiiih pokok lengkap deh. Yang jadi pusat pemberhentian itu adalah di toko baju batiknya. Kalau kalian berniat kesana, kalian harus bawak uaang selebih-lebihnya karena baju batik disana harganya muuuahaal banget pake sekali *menurutku*. Setelah dari museum, kami langsung pergi ke tempat pengrajin gamelan milik bapak Saroyo. Gamelan yang dari ukuran kecil sampe besar ada lengkap di sana. Dari tempat gamelan kami langsung pergi ke tempat sanggar wayang Haryanto. Aku cukup kagum dengan jawaban yang dilontarkan bapak ini waktu itu. Dia berpendapat, mengapa budaya tradisional mulai ditinggalkan generasi muda karena di zaman sekarang siswa di tuntut untuk belajar sesuai kurikulum yang sifatnya seperti mentiadakan unsur budaya. Malemnya kami kerja kelompok buat hail laporan kunjungan yang akan ditampilkan besok harinya.
 |
| Kelompok 1 berfoto di depan Museum Batik Danar Hadi. |
 |
| Salah satu gamelan yang ada di rumah bapak Saroyo. |
 |
| Peserta JETRADA 2013 di rumah industri wayang bapak Haryanto. |
Naaah ini nih, hari terakhir, hari yang ditunggu-tunggu sejak awal datang tapi bakal disayangin pas di hari kepulangan. Di hari terakhir rasa bakalan kangen sudah timbul dipikiran kami masing-masing karena 4 hari itu serasa berkesan banget meskipun kami saling kenal baru seujung tombak. Waktu itu kelompok pertama (kelompokku) tampil nomer urut 3. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin buat laporan kunjungan itu semalaman suntuk. Untuk hasilnya, meskipun kurang memuaskan tetap bakal dikenang seumur hidup. Hehehe..
 |
| Peserta dari Jawa Timur berfoto bersama pendamping diakhir acara. |
Kesan yang paling dalam adalah ketika kami bersama-sama berdoyong-doyong pindah ke tempat pengrajin satu ke pengrajin lainnya dengan rasa capek, lunglay, kaki pegal, leher alay #loh, pingin bantal langsung tepar. Namun semua itu seakan kandas oleh gelak tawa dan canda kami yang selalu mengiringi kebersamaan. Itu salah satu anugrah Tuhan yang paling mengesankan yang diberikan kepadaku. Aaaahh sumpah gak bakal lupa deeh aku sama kalian, sama kebersamaan kita meskipun dalam waktu yang relative singkat banget itu. Miss you rek. Kapan-kapan kita ketemuan yuk di Yogya….. X)
Bonus Video saat berada di Museum Batik Danar Hadi. Hehehe...
INFO :
- Kerajinan Blangkon WBIII/587 Yogyakarta (Bugisan, Kotamadya Yogyakarta)
- Kerajinan Tatah Sungging / Wayang Pucung, Karangasem, Wukirsari, Imogiri, Bantul
- Kerajinan Keris Banyusumurup, Girirejo, Imogiri, Bantul
- Kerajinan Batik Danar Hadi Jalan Brigjen Slamet Riyadi 216 Surakarta Jawa Tengah
- Kerajinan Gamelan Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah
- Kerajinan Tatah Sungging / Wayang di Telukan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah
0 comments:
Post a Comment