RESENSI
RESENSI adalah sebuah tulisan yang berisi ulasan secara keseluruhan tentang isi buku yang berisi : identitas buku, biodata pengarang, sinopsis, ulasan tentang buku yang disertai kutipan, kelebihan dan kekurangan, kesan/saran dari peresensi, sasaran dari buku, manfaat buku, dan penilaian layak atau tidaknya buku itu dibaca. Judul resensi tidak harus sama dengan judul bukunya.
Tujuan :
- Memberikan informasi tentang apa yang ada didalam buku yang diresensi
- Memberikan pertimbangan pada pembaca resensi tentang layak/berterima/patut dapat sambutan dari pembaca
- Mengajak pembaca resensi untuk memikirkan, merenungkan tentang apa yang akan disampaikan si pengarang buku.
- Judul resensi
- Identitas buku : judul buku, resentator, penulis, penerbit, tahun terbit, edisi, tebal buku, harga
- Bio penulis atau bisa membedakan hasil buku sebelumnya
- Sinopsis dari buku
- Ulasan
- Kutipan
- Kekurangan dan kelebihan
- Saran ; harapan ; manfaat buku
Contoh :
Harry And The Wrinklies
- Judul buku : HARRY AND THE WRINKLIES
- Pengarang : Alan Temperley
- Penerbit : PT. Gramedia Pusataka
- Tahun terbit : 2008
- Penerjemah : Hidayat Saleh
- Tebal : 336 hal
- Harga buku : Rp. 40.000,00
HARRY AND THE WRINKLIES adalah novel
ciptaan Alan Temperley yang menceritakan kisah petualangan seorang anak bersama
kedua bibinya. Penulis sudah beberapa kali menciptakan novel-novel yang beralur
petualangan. Namun novel yang satu ini, membubuhkan rasa petualangan yang lebih
seru dibanding karangannya yang lain.
Harry
Barton, seorang anak yang tumbuh menjadi remaja kesepian di tengah-tengah
ketidakpedulian kedua orang tuanya. Hanya ditemani Miss Lavinia yang dijuluki
Gestapo Lil oleh Harry karena kekejamannya, Harry merasa hidupnya sangat
sengsara. Gestapo Lil bukan menjadi pengasuh bagi Harry tetapi majikan. Gestapo
Lil menyuruh Harry menyeduh teh, membersihkan rumah dan lain sebagainya.
Sementara itu kedua orang tuanya sibuk bersenang-senang menghabiskan uang tanpa
mempedulikan Harry. Keadaan kemudian berubah saat kedua orang tuanya mendadak
meninggal dunia. Gestapo Lil mengambil alih kekayaan orang tua Harry dengan
dalih selama ini dia sudah berbaik hati mengurus Hary dan ‘membuang’ Harry ke
Lagg Hall di mana bibi-bibi tua Harry akan mengurusnya.
Semula
Harry merasa hidupnya akan lebih lebih merana lagi, ternyata setelah bertemu
dengan bibi-bibinya hal tersebut langsung berganti dengan tanda tanya. Mengapa
bibi Florrie mampu mengendarai mobil hingga kecepatan lebih dari 220 km/jam?
Bagaimana Fingers kehilangan hampir separuh jari-jari tangannya? Bagaimana Dot
mampu memanjat dan melompat-lompat di atas pohon yang paling tinggi di hutan?
Untuk apa Nutty rajin mengecat ulang mobil? Hal ini sangat membingungkan Harry
mengingat para penghuni Lagg Hall berumur sekitar 70 tahunan. Kemudian apa
rahasia tengah malam yang dibicarakan para penghuni Lagg Hall? Tak peduli akan
adanya hantu di hutan, Harry pun mengendap-endap mencari tahu. Ternyata Lagg
Hall adalah rumah pensiunan untuk residivis. Bukan sembarang residivis
tentunya, karena bibi-bibi harry dan teman-temannya beraksi bak Robin Hood.
Mereka memang merampok Bank untuk kemudian menyumbangkan uang itu ke panti
asuhan tak mampu misalnya. Bersama para penghuni Lagg Hall – Tangle (anjing
yang diberikan Bibi Bridget), Bibi Bridget, Bibi Florrie, Dot, Huggy, Max,
Nutty, Fingers, Angel dan Miss Good, Harry merasakan kesenangan yang belum
pernah dirasakannya. Ia belajar gulat dari Huggy, membongkar segala macam kunci
dan gembok bersama fingers, memanjat pohon tertinggi di hutan Lagg bersama Dot,
belajar masak dengan Miss Good, melukis bersama Angel, berjalan-jalan dengan
motor Commando bersama Bibi Florrie, dan banyak kesenangan lain yang dialamai
Harry.
Keadaan
semakin rumit ketika Gestapo Lil pindah ke kota kecil itu dan bertunangan
dengan Beastly Percy – seorang hakim bermuka dua yang selalu mencari-cari
kesalahan bibi-bibi Harry dan teman-temannya. Gestapo Lil bahkan mendaftar
menjadi guru di sekolah Harry dan berusaha mempersulit kehidupan sekolah Harry.
Beruntung, Kepala Sekolah dan teman-teman Harry selalu mendukung Harry.
Akhirnya Beastly Percy dan Gestapo Lil mencari cara licik untuk memisahkan
Harry dan penghuni Lagg Hall. Dengan dalih petugas Dinas Sosial, mereka membawa
Harry pergi ke Felon Grange – Tempat tinggal Beastly Percy. Harry yang tidak
terima dipisahkan dengan teman-temannya berusaha kabur. Sayang sekali Gestapo
Lil mampu menangkapnya dan membuat lututnya cedera. Harry kemudian di pindahkan
dari Felon Grange ke Penjara Grimtrash – sebuah penjara untuk anak-anak di
bawah umur. Kendati anak-anak di penjara tersebut berlaku baik pada Harry,
namun tetap saja Harry benci dipisahkan dari Lagg Hall. Beruntung Bibi-bibinya
dan orang-orang Lagg Hall menyelamatkannya. Mereka menjebol penjara dan
mengeluarkan Harry dari sana. Harry pun harus bersembunyi di tengah-tengah
hutan untuk sementara waktu. Cerita kemudian berlanjut ketika Harry dan Geng
Keriput harus membongkar komplotan Hakim Beastly Percy dan Gestapo Lil – yang
ternyata adalah seorang penadah nomor satu
di Inggris.
Petualangan
pun berlanjut semakin seru. Terbongkarnya komplotan Beastly Percy di malam
tahun baru, disusul kejar-kejaran antara mobil dan motor di tengah hujan salju.
Alan
Temperly sangat piawai menulis buku ini. Pembaca akan dibawa ke pinggiran kota
Inggris yang menjadi setting buku ini dan diaduk-aduk emosinya oleh suka duka
Harry di Lagg Hall. Di samping petualangan, Alan juga mampu menghadirkan sebuah
nilai kekeluargaan, cinta, kasih sayang dan kepercayaan. Selain itu akhir dari
cerita ini tidak terbayangkan sebelumnya. Hal itulah yang menjadikan buku ini
memiliki nilai lebih.
Kekurangan
dari novel ini, novel ini merupakan novel anak. Namun, untuk novel anak, bahasa
yang digunakan sangatlah berat untuk dimengerti. Selain itu tidak ada sajian
gambar yang dapat menambah imajinasi anak saat membacanya.
Buku
ini sangat cocok dibaca oleh semua kalangan. Menurut saya, jika menerbitkan
novel untuk anak dapat disajikan gambar untuk pelengkap novel dan gunakan bahasa
terjemahan yang sederhana agar si anak dapat memahami isi novel tersebut. Buku ini sangatlah bermanfaat
bagi pembaca. Kita dapat mencontoh rasa cinta dan kasih sayang Harry kepada
para bibinya dan menerapkannya pada kehidupan keluarga maupun teman.
9:10 PM
|
Labels:
contoh resensi,
harry and the wrinklies
|
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.
About Me
- Unknown
Popular Posts
-
Tanggal 25 - 28 Juni 2013, telah diselenggarakan JEJAK TRADISI BUDAYA REGIONAL 2013 (JETRADA) selama 4 hari 3 malam di Yogyakarta - Surakar...
-
SMA NEGERI 1 JEMBER, sekolah terfavorit di Jember yang disegani dan diperhitungkan oleh setiap universitas dan kalangan pelajar di Indone...
-
RESENSI adalah sebuah tulisan yang berisi ulasan secara keseluruhan tentang isi buku yang berisi : identitas buku, biodata pengarang, sino...
-
Sweet Child O' Mine Guns n Roses D She's got a smile that it seems to me C Reminds me of childhood memories G Where eve...
-
Berbicara tentang internet sehat, apa sih internet sehat itu? Internet sehat adalah tata cara, sikap, dan tingkah laku kita dalam m...

0 comments:
Post a Comment